Solusi eMedic dirancang untuk membantu Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas, dan layanan fasilitas kesehatan lainnya membangun ekosistem digital terpadu: lebih cepat dalam layanan pasien, lebih akurat dalam stok obat, lebih transparan dalam billing, dan siap terintegrasi dengan BPJS/JKN serta SATUSEHAT Kemenkes di masa mendatang.
Proposal ini disusun sebagai dasar kerja sama implementasi eMedic, yaitu modul Sistem Informasi Rumah Sakit/Klinik/Puskesmas yang menyatukan layanan registrasi, rekam medis, farmasi, gudang, billing, dashboard analitik, dan pelaporan dalam satu sistem yang saling terhubung.
Fokus utama penawaran ini adalah membantu fasilitas kesehatan membangun layanan yang lebih cepat, tertib, akuntabel, mudah diaudit, dan aman bagi keselamatan pasien — baik sebagai unit kesehatan yang bernaung di bawah institusi pendidikan (klinik kampus/sekolah/pesantren), maupun sebagai Rumah Sakit/Klinik/Puskesmas yang berdiri sendiri.
Rumah Sakit, Klinik, dan Puskesmas saat ini menghadapi tantangan yang kompleks dalam mengelola rekam medis, farmasi, dan administrasi pasien secara efektif. Proses yang masih bersifat manual seringkali memakan waktu, rentan terhadap kesalahan (human error), dan menyulitkan akses informasi secara cepat bagi tenaga medis maupun pimpinan.
Perkembangan teknologi informasi kesehatan telah membawa perubahan mendasar. Fasilitas kesehatan dituntut untuk terus beradaptasi agar dapat memberikan pelayanan yang aman, cepat, dan akuntabel kepada pasien, sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi regulasi nasional seperti BPJS/JKN dan SATUSEHAT.
Oleh karena itu, kami hadir menawarkan eMedic, sebuah solusi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) end-to-end terpadu berbasis web. Modul ini merupakan bagian dari ekosistem Enterprise Education yang lebih luas, sehingga jika Universitas, Sekolah, atau Pondok Pesantren Anda memiliki klinik, rumah sakit, atau layanan medis sendiri, modul ini dapat langsung terintegrasi dengan data mahasiswa/siswa/santri/pegawai yang sudah ada — tanpa perlu membangun sistem terpisah.
Visi Kami: Menjadi sistem informasi rumah sakit/klinik terpadu yang unggul dan terpercaya, mendukung fasilitas kesehatan mengakselerasi mutu layanan dan keselamatan pasien.
Misi Kami:
Proses pendaftaran, pemeriksaan, dispensing obat, dan pembayaran dapat dipangkas melalui alur digital yang lebih singkat.
Rekam medis, farmasi, dan billing menggunakan referensi data yang sama sehingga mengurangi duplikasi dan konflik data.
Informasi operasional tersaji dalam dashboard sehingga evaluasi okupansi, pendapatan, dan diagnosa dapat dilakukan lebih objektif.
Skema implementasi, infrastruktur, dan pembiayaan (3 opsi) dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan skala fasilitas kesehatan.
eMedic mengusung konsep All-in-One Platform untuk layanan kesehatan, dengan dua pola pemanfaatan:
Bagi Universitas (eCampus), Sekolah (eSchool), atau Pondok Pesantren (ePesantren) yang memiliki klinik/poliklinik/rumah sakit sendiri, eMedic terhubung langsung dengan data mahasiswa, siswa, santri, dan pegawai yang sudah ada.
Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas, atau layanan fasilitas kesehatan lain yang tidak bernaung di bawah institusi pendidikan dapat mengimplementasikan eMedic secara independen.
eMedic tidak hanya berperan sebagai aplikasi pencatatan, tetapi sebagai tulang punggung operasional digital yang menghubungkan layanan registrasi, rekam medis, farmasi, gudang, billing, dan pelaporan strategis dalam satu ekosistem kerja yang konsisten dan teraudit penuh.
Dokter, perawat, farmasis, kasir, dan petugas gudang hanya melihat menu dan data sesuai kewenangan.
Antarmuka web responsif mendukung akses dari komputer, tablet, dan ponsel sesuai kebutuhan operasional klinis.
Dirancang untuk terhubung dengan BPJS/JKN dan SATUSEHAT Kemenkes secara bertahap di masa mendatang.
Mendukung jejak audit penuh, validasi berlapis, dan rekam historis aktivitas untuk kebutuhan pengawasan internal.
Sistem ini dirancang adaptif untuk merespon kebijakan keamanan data kesehatan fasilitas Anda melalui tiga skema pemasangan (deployment):
Modul eMedic memiliki cakupan yang luas, membentang dari registrasi pasien hingga tata kelola farmasi dan dashboard analitik.
Kekuatan utama eMedic terletak pada keterhubungan antar modul. Data pasien dari registrasi dapat langsung menjadi dasar rekam medis, resep, tagihan, hingga laporan manajemen — sehingga fasilitas kesehatan memperoleh alur kerja yang lebih hemat waktu dan konsisten.
Fondasi data untuk integrasi eksternal disiapkan secara bertahap dan aditif, tanpa mengganggu operasional yang sedang berjalan:
NIK, nomor kartu BPJS, dan data kepesertaan pasien mulai disiapkan sebagai fondasi.
Integrasi VClaim, PCare, dan penerbitan SEP otomatis.
Integrasi rekam medis elektronik nasional (Kemenkes).
Pengajuan dan pelacakan klaim otomatis ke BPJS.
Setiap fase dikembangkan secara aditif (menambah, bukan mengubah struktur yang sudah berjalan) sehingga operasional harian tidak terganggu. Asuransi tetap menjadi master payer tunggal; BPJS diperlakukan sebagai salah satu tipe payer di dalamnya, sehingga fasilitas kesehatan yang sudah melayani pasien umum maupun asuransi swasta tidak perlu mengubah alur kerja yang sudah berjalan.
Implementasi eMedic dilakukan secara bertahap agar proses migrasi data, pelatihan tenaga medis, konfigurasi, dan adopsi pengguna dapat berjalan terkendali.
Mengidentifikasi kondisi eksisting, alur pendaftaran-pemeriksaan-farmasi-kasir, dan prioritas modul yang akan diaktifkan.
Menyiapkan master pasien, dokter, item obat, tarif, poli/kelas perawatan, dan hak akses pengguna.
Memberikan pendampingan penggunaan modul kepada dokter, perawat, farmasis, dan kasir.
Sistem mulai digunakan pada modul prioritas, dilanjutkan pemantauan dan dukungan teknis sesuai kebutuhan.
Pengaturan parameter sistem, master data klinis, hak akses, dan kebutuhan awal operasional.
Transfer knowledge kepada dokter, perawat, farmasis, dan kasir agar mampu menjalankan sistem secara mandiri.
Bantuan teknis selama proses implementasi, penyesuaian alur klinis, dan pendampingan saat go-live.
Kami menyediakan tiga opsi skema kemitraan untuk modul eMedic, agar fasilitas kesehatan — mulai dari Klinik hingga Rumah Sakit Kelas A — dapat memilih model yang paling sesuai dengan kondisi anggaran dan tahap pertumbuhannya. Seluruh angka pada bagian ini bersifat sebagai titik awal diskusi dan sepenuhnya terbuka untuk dinegosiasikan; prioritas kami adalah agar sistem dapat segera terealisasi dan digunakan.
Skema pembiayaan disusun agar fasilitas kesehatan dapat memilih: kepemilikan penuh melalui Beli Putus, anggaran tetap yang mudah diproyeksikan melalui Langganan Bulanan, atau tanpa biaya di muka sama sekali melalui Fee Layanan Sistem per Transaksi.
Sistem menjadi aset milik fasilitas kesehatan untuk selamanya melalui satu kali pembayaran. Harga sudah mencakup lisensi seluruh modul paket, implementasi dasar, dan dukungan teknis tahun pertama.
| Jenis Fasilitas | Harga Beli Putus (Mulai Dari) |
|---|---|
| Klinik | Rp 100.000.000 |
| Puskesmas Nonrawat Inap Dasar | Rp 150.000.000 |
| Puskesmas Nonrawat Inap Lengkap / 24 Jam | Rp 225.000.000 |
| Puskesmas Rawat Inap | Rp 325.000.000 |
| Puskesmas Rawat Inap Terpencil | Rp 425.000.000 |
| Puskesmas Sangat Terpencil / Offline-First | Rp 500.000.000 |
| Rumah Sakit Pratama | Rp 250.000.000 |
| Rumah Sakit Kelas D | Rp 400.000.000 |
| Rumah Sakit Kelas C | Rp 750.000.000 |
| Rumah Sakit Kelas B | Rp 1.400.000.000 |
| Rumah Sakit Kelas A | Rp 2.750.000.000 |
Harga berlaku untuk satu lokasi fasilitas. Infrastruktur server, migrasi data kompleks, integrasi alat medis, kustomisasi khusus, dan penempatan tenaga pendamping di lokasi (onsite) diperhitungkan terpisah.
Tanpa investasi awal besar. Tarif disusun setara kurang lebih 2,5% dari nilai Beli Putus setiap bulan (impas dalam kurang lebih 40 bulan).
| Jenis Fasilitas | Biaya Langganan / Bulan |
|---|---|
| Klinik | Rp 2.500.000 |
| Puskesmas Nonrawat Inap Dasar | Rp 4.000.000 |
| Puskesmas Nonrawat Inap Lengkap / 24 Jam | Rp 5.500.000 |
| Puskesmas Rawat Inap | Rp 8.000.000 |
| Puskesmas Rawat Inap Terpencil | Rp 10.500.000 |
| Puskesmas Sangat Terpencil / Offline-First | Rp 12.500.000 |
| Rumah Sakit Pratama | Rp 6.500.000 |
| Rumah Sakit Kelas D | Rp 10.000.000 |
| Rumah Sakit Kelas C | Rp 20.000.000 |
| Rumah Sakit Kelas B | Rp 35.000.000 |
| Rumah Sakit Kelas A | Rp 70.000.000 |
Sudah termasuk lisensi seluruh modul paket, hosting/cloud standar, backup berkala, pemeliharaan aplikasi, pembaruan minor, dukungan jarak jauh, dan pembaruan integrasi standar untuk satu lokasi fasilitas. Perangkat, server lokal, perjalanan onsite, integrasi alat medis, penyimpanan PACS, migrasi besar, dan pengembangan khusus ditagihkan terpisah.
Skema tanpa biaya di muka sama sekali. Kami sengaja tidak menggunakan persentase besar dari total omzet (misalnya persentase langsung dari seluruh nilai transaksi), karena dapat menghasilkan tagihan yang jauh lebih besar daripada langganan bulanan dan memberatkan fasilitas kesehatan. Skema berikut dirancang lebih proporsional dan mudah diaudit.
0,5% dari pendapatan bersih tindakan (setelah dikurangi jasa dokter, bahan medis habis pakai, diskon, dan refund) + 0,25% dari penjualan bersih obat (setelah dikurangi diskon, retur, pajak).
Batas aman: minimum Rp 2.500.000, maksimum Rp 7.500.000 per bulan per lokasi.
Alternatif sederhana: Rp 500 per registrasi kunjungan berhasil (batas minimum/maksimum sama).
Dihitung dari fee per registrasi kunjungan berhasil, dengan tagihan minimum dan maksimum bulanan sebagai jaring pengaman — lihat tabel di bawah.
| Jenis Fasilitas | Tagihan Minimum | Fee per Registrasi | Tagihan Maksimum |
|---|---|---|---|
| Puskesmas Nonrawat Inap | Rp 4.000.000 | Rp 500 | Rp 10.000.000 |
| Puskesmas Nonrawat Inap Lengkap | Rp 5.500.000 | Rp 750 | Rp 15.000.000 |
| Puskesmas Rawat Inap | Rp 8.000.000 | Rp 1.000 | Rp 20.000.000 |
| Puskesmas Terpencil | Rp 10.500.000 | Rp 1.250 | Rp 25.000.000 |
| Puskesmas Sangat Terpencil | Rp 12.500.000 | Rp 1.500 | Rp 30.000.000 |
| Rumah Sakit Pratama | Rp 6.500.000 | Rp 1.000 | Rp 20.000.000 |
| Rumah Sakit Kelas D | Rp 10.000.000 | Rp 1.250 | Rp 30.000.000 |
| Rumah Sakit Kelas C | Rp 20.000.000 | Rp 2.500 (atau skema gabungan) | Rp 60.000.000 |
| Rumah Sakit Kelas B | Dasar Rp 20.000.000 + Rp 2.000/registrasi | — | Rp 100.000.000 |
| Rumah Sakit Kelas A | Dasar Rp 40.000.000 + Rp 3.500/registrasi | — | Rp 200.000.000 |
Satu transaksi yang dihitung adalah satu registrasi kunjungan pasien yang berhasil, memiliki nomor kunjungan, dan sudah mendapatkan pelayanan. Tidak dihitung: pendaftaran batal, percobaan/uji coba, duplikasi, koreksi administrasi, membuka aplikasi tanpa mendaftar, dibatalkan petugas, data pelatihan/dummy, dan sinkronisasi ulang. Rawat inap hanya dihitung satu kali pada saat admisi, bukan setiap hari rawat.
Seluruh nilai investasi, tarif langganan, maupun fee bagi hasil yang tercantum di atas merupakan penawaran awal yang bersifat ilustratif dan sepenuhnya dapat dinegosiasikan sesuai volume transaksi dan kesepakatan akhir. Kami mengutamakan tercapainya kesepakatan dan cepatnya sistem dapat direalisasikan, dibandingkan kekakuan pada satu angka tertentu.
Kami tidak hanya menawarkan aplikasi, tetapi menawarkan pendampingan transformasi proses kerja klinis. Dengan kerja sama yang terarah, eMedic diharapkan menjadi fondasi digital yang memperkuat mutu layanan, keselamatan pasien, dan reputasi fasilitas kesehatan dalam jangka panjang.
Sebelum mengambil keputusan, calon mitra dapat langsung menjelajahi tampilan dan alur kerja eMedic secara mandiri melalui akun demo berikut:
Tautan Demo: https://apps.emedik.id
Username: demo
Password: demo123
eMedic dibangun di atas ekosistem Enterprise Education yang telah teruji dan dipercaya oleh puluhan institusi pendidikan. Modul eMedic menghadirkan pendekatan yang sama untuk layanan kesehatan: satu platform, terintegrasi, teraudit, dan siap berkembang bersama regulasi nasional.
Silakan jalin komunikasi dengan representatif konsultan kami untuk melakukan penjadwalan presentasi, diskusi teknis konfigurasi migrasi, atau sesi negosiasi pendalaman kerja sama.